Mengubah Pecundang Menjadi Pemenang

Judul Buku: You Are A Leader!
Penulis: Arvan Pradiansyah
Penerbit: Kaifa (Mizan Pusataka), Bandung
Cetakan : I (Pertama), 2010
Tebal: 348 halaman
Peresensi: Humaidiy AS

Salah satu kehebatan manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya adalah kemampuannya untuk belajar dengan siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.

 

Dengan akal dan pikirannya, manusia bisa menjadikan banyak hal yang ada di sekelilingnya sebagai bahan pelajaran yang sangat berharga dalam hidupnya. Namun, sering kali manusia tanpa sadar menciptakan suasana self-limiting beliefs (keyakinan yang membatasi diri) di dalam otaknya. Yakni keyakinan atau kepercayaan yang membuat seseorang merasa terbatas atau tidak mampu melakukan sesuatu.

Buku berjudul You Are A Leader! yang ditulis oleh Arvan Pradiansyah ini mengajak pembaca untuk meyakini bahwa setiap hal pada prinsipnya menjadi mungkin jika seseorang memiliki kemauan untuk membuka pikiran, mengubahnya, dan menyusun kembali dengan kepercayaan dan keyakinan baru. Dengan kata lain, seseorang harus berjuang membebaskan diri dari “penjara pikiran” yang selama ini membelenggunya.

Kehadiran buku ini secara khusus dimaksudkan oleh penulisnya membedah bagaimana seharusnya seseorang membangkitkan potensi jiwa kepemimpinan dalam dirinya. Menurut Arvan, menjadi pemimpin adalah fitrah setiap manusia. Namun, karena satu dan lain hal, fitrah itu menjadi tersembunyi, tercemar, bahkan mungkin telah lama hilang. Akibatnya banyak orang kemudian merasa dirinya bukan pemimpin. Orang-orang seperti ini menyerahkan kendali hidupnya kepada orang lain dan lingkungan sekitarnya. Padahal, orang dengan kecenderungan seperti itu perlu “dibangunkan” dan disadarkan terhadap besarnya potensi yang mereka miliki. Untuk “membangunkan” potensi tersebut, Arvan yang juga penulis buku Life is Beautiful dan The 7 Laws of Happiness menekankan pentingnya melakukan setidaknya tiga hal. Pertama, mengelola pikiran (changing mainset) sebagai awal dari perubahan nasib dan hidup karena, dengan mengelola pikiran secara positif (husnudzan), akan melahirkan suasana hati, reaksi fisik, dan perilaku yang positif pula. Lebih jauh, Arvan memaparkan bahwa kepemimpinan bukanlah semata-mata persoalan mengatur negara, perusahaan, organisasi, atau politik praktis semata. Kepemimpinan adalah mengatur diri dan berkaitan erat dengan perilaku sehari-hari (hlm 5). Menganggap jabatan atau posisi di sebuah perusahaan, organisasi, atau negara sebagai kepemimpinan adalah kekeliruan. Manajemen berkaitan dengan posisi atau jabatan sementara kepemimpinan adalah tindakan.

Kedua, mampu mengimplementasikan visi. Visi yang benar akan sangat berperan dalam menghasilkan komitmen dan motivasi diri dan organisasi (hlm 17). Ketiga, merencanakan tujuan hidup (goal setting). Dengan bersungguh-sungguh merencanakan hari esok, menyusun langkah demi langkah, seseorang/organisasi akan memiliki peluang lebih besar dalam mewujudkan impiannya.

Buku ini terdiri atas empat bagian. Bagian pertama berisi artikel-artikel yang kesemuanya menjelaskan gagasan utama buku ini. Bagian kedua dengan subjudul “Pilihan-pilihan Kepemimpinan”, penulis berusaha memaparkan pentingnya pemetaan masa depan dengan cara membangun kesadaran bahwa kepemimpinan adalah proses yang harus dibangun. Untuk menumbuhkannya, diperlukan pembiasaan dan pengembangan hingga menjadi karakter.

Bagian ketiga yang merupakan bagian inti buku ini, dengan subjudul “Pilihan-pilihan Inspirasional (The Choice of Inspiration)”, mengetengahkan berbagai renungan yang dapat memberikan inspirasi kepada para pembaca. Sementara itu, bagian keempat yang merupakan tulisan pamungkas buku ini berjudul “Pilihan-pilihan Masa Depan”. Pada bagian ini, penulis menjabarkan tema-tema futuristik yang mulai menggejala pada masa sekarang, tetapi baru akan mencapai puncaknya pada masa mendatang.

Layaknya sebuah buku motivasi yang mencoba menggugah “spirit” pembacanya, apa yang dituturkan oleh penulis melalui buku ini, renungan-renungannya, pemikiran, dan pengalaman otentik penulis sebagai motivator, konsultan, dan kolumnis di media massa menjadikan buku ini cukup mencerahkan. Terlebih, dengan cara penyampaiannya yang mudah dicerna dengan bahasa yang sederhana dan reflektif, tetapi sarat kandungan substansi makna yang cukup dalam, apa yang ada di dalam buku ini mudah dilakukan siapa saja dan menginspirasi banyak orang dalam menghadapi perubahan.

Pada akhirnya, dengan segala esensi yang disuguhkan dalam tulisan yang bernuansa “inspiratif” ini, memanglah terasa kontekstual dan karenanya layak untuk dijadikan pegangan dalam mengarungi kompleksnya persoalan hidup, terlebih di tengah kondisi negara kita yang sedang mengalami krisis kepemimpinan di segala lini kehidupan. Walhasil, You Are A Leader! layak menjadi bacaan wajib dan panduan bagi para aktivis yang tergerak untuk menjadi agen-agen perubahan pada zaman modern ini. Selamat membaca!

2 comments to Mengubah Pecundang Menjadi Pemenang

Komentar

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>