Kisah Sukses Menembus Harvard

harvardSumber: Kompas, 17 November 2009
Peresensi: Siti Muyassarotul Hafidzoh*
Judul buku :  Jihad Ilmiah Dari Tremas ke Harvard
Penulis:  Prof. K. Yudian Wahyudi, Ph. D.
Penerbit:  Nawesea Press
Tebal         : 187 halaman

Kehidupan adalah momen petualangan. Setiap jejak yang terekam dalam ragam momen, pasti memunculkan ritme imajinatif sebuah gerak petualangan. Ritme imajinatif membuka jendela makna baru yang selalu berbeda dalam setiap momentumnya. Jadilah momen petualangan sebagai atmosfer inovatif  yang harus dilalui setiap insan petualang dalam menggapai makna kesejatian.Petualangan yang dijalankan mempunyai basis imajinatifnya sendiri. Basis imajinatif itulah yang harus selalu digali sekreatif mungkin, sehingga mampu lahir jalan hidup yang memberi inspirasi bagi public. Dalam jejak petualangan inilah, mari kita telusuri jejak hidup ilmiah yang dijalankan seorang santri bernama Yudian Wahyudi.

Dengan lantang Yudian memproklamasikan dirinya telah melakukan isra’ mi’raj ilmiah yang membentang dalam jelajah dunia. Buku ini adalah kesaksian gerak petualangan dalam kehidupannya. Buku yang berjudul “Jihad Ilmiah ; Dari Tremas Ke Harvard” ini mengisahkan sosok petualang yang memiliki semangat juang tinggi untuk menggapai puncak yang mengagumkan.

“Isra’ mikraj ke sidratul muntaha ilmiah kontemporer” begitulah sebutan beliau untuk jihadnya. Sosok santri sarungan ini melecutkan semangatnya sejak dia berhasil memenangkan lomba khitobah atau pidato ketika masih nyantri di tremas. Yudian yang memulai perjalanannya dari desa terpencil Tremas Pacitan Jawa Timur ini memeiliki buraq untuk menuju sidratul muntahanya.

Jejak petualang pasti tidak jauh dari usaha mati-matian untuk menciptakan ritme imajinatif yang indah, sehingga jejak tersebut dapat dibaca oleh petualang selanjutnya. Tidak dilupakan begitu saja bahwa al-Quran memang hudan li an-nas (petunjuk bagi setiap manusi) dan Yudian menyadarinnya bahwa ayat pertama yang diturunkan al-qur’an itulah yang pertama menjadi buroqnya. Kata Iqra’ “bacalah” ini menggugah semangatnya. Dia kemudian mengalami gejolak sangat tinggi, sampai mengalami “ledakan iqra’”, buku-buku pun habis dilahapnya.

Bahwa jangan dilupakan keberhasilan seseorang adalah sangat ditentukan oleh bacaannya. Peradaban yang sehat, kuat dan maju pun berdasarkan bacaan yang sehat, kuat dan maju pula. Setelah melahap banyak buku yang menyehatkan bagi keilmuannya, Yudian pun mampu menuliskannya  dalam berbagai bentuk dengan baik. Karena setelah perintah membaca Allah SWT. juga memerintahkan kita untuk menuliskannya. Menuliskan ilmu yang kita dapatkan dari membaca.

Terbukti bahwa Yudian juga mampu merekam keilmuannya dengan hasil karya-karynya berwujudkan buku. Bahkan puluhan buku telah selesai diterjemahkannya ke berbagai macam bahasa. Menulis di sejumlah kata pengantar karya-karya terjemahan juga beliau lakukan. Sampai menerbitkan makalah berbahasa inggris dalam jurnal-jurnal berbahasa inggris. Ini semua dia lakukan  untuk jihad ilmiahnya.

Tak berhenti sampai di sini, Yudian kemudian mempresentasikan makalah-makalahnya dalam sejumlah konferensi internasional. Dalam buku ini beliau merekam presentasi makalah-makalahnya di Negara-negara yang pesat akan keilmuahnnya. Dari mulai Australia, afrika, Amerika samapai Eropa. Mulai dari Arizona State University, Sidney, Sanfransisco, Cairo University dan Washington DC. Tidak tanggung-tanggung, yudian mempresentasikan makalah-makalahnya bersama dengan intelektuan besar dunia seperti Hasan Hanafi, M. Arkoun, al-Jabiri, Edward W. Said, Mehdi Aminrazavi dan Michael Marmura.

Topik yang diangkat Yudian juga sangat menarik bagi pecinta keilmuan islam. Seperti Konstitusionalisasi hukum islam, Filsafat tantangan dan kemukjizatan al-qur’an, epistimologi pembebasan dari kesesatan al-Ghazali, Dinamika politik “kembali kepada Quran dan sunnah”, Rekonstruksi peradaban islam, bahkan kritik atas oksidentalisme, versi Hasan Hanafi dan Kritik atas teori pemutusan geo-epistemologi Al-Jabiri. Semua itu dia tulis dengan bahasa yang menakjubkan di dalam buku ini.

Dari sekian jejak yang dia rekam dan perjalanan yang penuh dengan perjuangan keringat keilmuannya, Yudian pun sering menemukan kesulitan dalam menghadapi ritme kehidupannya. Di sinilah kesabaran harus ditegakkan untuk menolong perjuangannya. Berpinsip pada kesabaran dan sholat sebagai penolongnya itu meringankan gerak langkah kehidupan manusia.

Terkadang manusia mendapatkan ilham tuhan lewat mimpinya begitupun Yudian, sebelum dia mengibarkan sayapnya di universitas dunia, Harvard Law School, Yudian memimpikan hal yang aneh. Dalam mimpinya dia melihat dirinya sendiri berdiri di depan gerbang yang tinggi dan besar namun pintunya sangat kecil. Dia mendorong pintu dan setelah memasuki ruangan itu, pintu kembali menutup. Istri tercintanya mengartikan mimpi tersebut dengan keyakinan bahwa pintu tersebut adalah pintu masuk Harvard, bahwa suaminya pasti akan diterima di Universitas dunia tersebut. Dan semua itu benar-benar terjadi Yudian berhasil menuntaskan jihad ilmiahnya sampai ke Harvard yang diimpikannya bahkan dia menjadi anggota American Association of University Professors.

Ya! Sang petualang yang satu ini telah berhasil memecahkan rekor dunia. Memunculkan ritme-ritme imajinatif perjuangan petualang untuk menggapai makna kesejatian dan menjadikan jejak jihad ilmiahnya sebagai peta petualang pemecah rekor selanjutnya.

Dari buku ini kita bisa meminjam buroq dan peta yang dibuat oleh Yudian. Namun kita juga harus tetap menyadari bahwa melecutkan semangat jihad ilmiah tidak ada pembatasnya. Menumbuhakan pohon-pohon keilmuan dan melesatkan cabangnya tinggi menjulang sampai membentang kelangit peradaban baru yang penuh dengan pencerahan-pencerahan, dan kemanfaatan bagi seluruh makhluk yang bernafas di jantung dunia ini harus tetap diperjuangkan. Semua mempunyai kemampuan dan kesempatan. Di dalam kemampuan ada kesempatan dan di dalam kesempatan ada kemampuan.

Komentar

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>