Sang Penyantun Budiman : Daddy-Long-Legs

Sumber: Indosiar, Februari 2010
Judul Buku: Daddy Long-Legs
Penulis: Jean Webster
Penerjemah : Ferry Halim
Penyunting : Ida Wajdi
Jumlah Halaman: 235
Penerbit: Atria

– …kualitas paling penting yang perlu dimiliki oleh seseorang adalah imajinasi. Imajinasi membuat orang mampu menempatkan diri mereka di tempat orang lain. Imajinasi membuat mereka menjadi orang yang baik dan bisa bersimpati serta penuh pengertian.(hal. 123)

Sinopsis :
Jerusha Abbott (dia lebih suka dipanggil Judy) sudah mencapai usia kedaluwarsa di Panti Asuhan John Grier. Artinya, dia tidak boleh tinggal di sana lagi. Untunglah salah seorang dewan pengawas Panti Asuhan John Grier menawarkan kesempatan untuk mengirim Judy Abbott ke perguruan tinggi.

Satu-satunya syarat yang diminta adalah gadis itu harus menulis surat pada dewan pengawas tersebut setiap bulan. Si Tuan Budiman yang tidak mau diketahui jati dirinya itu cuma sempat dilihatnya dari jarak jauh, dan dia memiliki tungkai kaki yang panjang -mirip laba-laba- sehingga Judy menyebutnya “Daddy-Long-Legs”.
Hidup Judy di perguruan tinggi diramaikan oleh teman-teman, pelajaran, pesta, dan persahabatan dengan si ganteng Jervis Pendleton yang kian bertumbuh. Dengan adanya begitu banyak hal yang terjadi dalam hidupnya, Judy hampir tidak bisa berhenti menulis!

Ulasan :
Novel terjemahan ini menyandang nama besar, sebuah novel klasik yang melegenda. Di negara asalnya, Amerika, novel ini terbit pertama kali pada 1912 dan langsung mendapat sambutan hangat. Tak hanya itu, novel ini juga diadaptasi ke layar lebar dan panggung teater.

Membaca novel ini serasa membaca catatan harian dari tokoh utama cerita, Judy Abbott. Suka, duka, cerita lucu, dan berbagai peristiwa dalam kehidupan Judy, diceritakan melalui surat yang dikirimkannya kepada sang penyantun.

Buat yang tidak menyukai gaya bercerita di novel ini, mungkin terasa membosankan membacanya, karena bisa dikatakan ceritanya lumayan lambat.

Namun, dari novel ini, pembaca dapat belajar banyak hal. Tentang semangat untuk sukses, mimpi yang harus diraih, tentang mempergunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya, atau pun tentang kemandirian. Sebab, meski mendapatkan biaya yang tak terhingga dari Daddy Long-Legsnya, Judy tidak ingin terus-terusan bergantung hidup pada uang yang diberikan sang penyantun. Dengan kepiawaiannya menulis, ia berhasil mendapatkan uang dari artikel-artikel yang dikirimkannya.  Hal menarik lainnya, novel ini banyak pernyataan (quote) yang menarik, yang layak direnungkan.(Ijs)

Komentar

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>