Meraih Ketenangan Berfondasikan Ma’rifatullah

Sumber: Majalah Hidayah edisi 103, Maret 2010
Penulis: Zen Muhammad al Hadi, M.A.
Peresensi: Nur Mursidi
Terbit : September 2009
Penerbit: Zahra Publishing House
Halaman: 156

Suatu hari Rasulullah ditanya seorang sahabat. “Ya Rasulullah kami telah banyak berdoa. Tapi kenapa doa kami tak dikabulkan?” Rasulullah pun menjawab “Sebab kalian berdoa kepada Tuhan yang tidak kalian kenal.”

Hadits nabi itu menegaskan bahwa mengenal Allah (ma’rifatullah) adalah kunci utama dari sebuah doa. Bahkan ibadah (baik itu shalat, haji maupun puasa) yang tidak disertai cinta dan ma’rifat kepada Allah, akan sia-sia. Secara syar’i memang bisa dikata sah, tapi ibadah itu akan jadi sebuah ritual yang semata-mata menggugurkan kewajiban, tak memiliki ruh. Tak meninggalkan bekas dan menimbulkan keberkahan. Hal itu tidak lain, karena ma’rifatullah adalah pengetahuan yang paling penting bagi seorang hamba.

Ironisnya, problem mendasar itu banyak dihadapi umat di zaman sekarang ini. Tak salah, jika Zen Muhammad al-Hadi prihatin melihat kondisi ini -di mana tak sedikit umat yang tergantung pada materi dan kekuasaan. Sementara, Allah yang sejatinya satu-satunya Dzat yang menjamin keselamatan di dunia dan di akherat justru “dikalahkan”. Bahkan, kita –jika mau jujur—mungkin mengenal Allah hanya dalan bentuk tulisan dan ucapan yang tak mampu mengantarkan kepada pengetahuan untuk mengenal Allah yang sesungguhnya.

Padahal, ma’rifatullah itu bukti keimanan seorang hamba. Lewat ma’rifatullah itu, seorang bisa memiliki cinta dan kerinduan pada Allah. Ibadah dijalani bukan karena pahala, melainkan cinta dan rindu kepada Allah. Hasil dari ma’rifatullah itu, hati akan tertanam keyakinan (iman) yang memperngaruhi instrumen hidup seorang. Maka orang bisa meraih ketanangan hidup karena ia tak lagi tergantung pada selain Allah, melainkan hanya pada Allah. Persoalan yang dihadapi pun akan diterima dengan lapang, karena ia yakin itu pilihan Allah terbaik dan akan mendekatkan dirinya kepada Sang Khalik.

Akhir kata, buku ini adalah buku yang bisa membangkitkan kesadaran pembaca untuk mengenal Allah lebih dekat. Tak rugi jika pembaca menjadikan buku ini sebagai referensi untuk mempertebal keimanan. (n mursidi)

Komentar

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>