Sejarah Kehidupan Para Sahabat Nabi

Sumber: Majalah Hidayah edisi 105/Mei 2010
Judul:Sekolah Cinta Rasulullah
Peresensi: Nur Mursidi
Penulis: Dr. Nizar AbazhahTerbit : Februari 2010
Penerbit: Penerbit Zaman
Halaman: 463 / HVS

Sungguh beruntung, orang-orang muslim yang hidup di zaman Nabi. Mereka itu tak saja diberi kesempatan Allah untuk mendampingi, meneladani, menimba ilmu (dari Nabi), menjadi pembela perjuangan Nabi tapi tergolong generasi pertama peradaban Islam yang dilimpahi kecintaan yang terpancar dari jiwa Rasulullah. Dari para sahabat itulah, lahir pejuang hebat, pemimpin berani, teladan umat yang gemilang dan penerus tangguh perjuangan nabi.

Tak salah, jika para sahabat itu mendapat tempat istimewa di hati nabi, “Jangan mencela para sahabatku. Demi Allah Yang Menggenggam jiwaku! Sekali pun seseorang mendermakan emas sebesar Bukit Uhud, nilainya tidak akan sama dengan satu mud –atau bahkan setengahnya—kebaikan yang didermakan para sahabatku.” (HR Muslim).

Kebaikan para sahabat Nabi itu memang tidak perlu diragukan. Maklum, mereka memiliki komitmen mempertahankan iman dan rela mengorbankan diri mereka untuk menjaga keselamatan Nabi. Segulung penderitaan, caci makin, pengucilan bahkan segala bentuk intimidasi yang dilancarkan orang-orang kafir ternyata tidak menjadikan mereka lemah. Justru mereka semakin cinta kepada Nabi.

Sebut di antara mereka: Abu bakar, Ali ibn Abi Thalib, Utsman ibn Affan, Sa`ad ibn Abu Waqqash, Zubair ibn Awam, Thalhah ibn Zubair, Abdurrahman ibn Auf. Sekali pun penderitaan harus mereka panggul dengan luka menganga yang terus datang tiada henti, tak sekejap pun mereka berpaling dari cahaya Islam. Keputusan di hati sahabat-sahabat itu untuk memeluk Islam dan membela nabi, tak tergoyahkan. Bahkan, para sahabat itu rela mengorbankan nyawa mereka demi membela Nabi.

Buku yang aslinya berjudul Fi Shuhbati al-Rasul saw –karya Nizar Abazhah– ini sungguh apik dan mengagumkan dalam menghimpun rekaman jejak para sahabat Nabi. Penulis berhasil mengisahkan kehidupan para sahabat Nabi dengan narasi yang bernas, mengalir, dan mengaduk emosi. Wajar jika buku ini mampu menyentuh hati dan bahkan menggoreskan kesan di benak pembaca; kagum akan generasi pertama di zaman Nabi. (n. mursidi)

3 comments to Sejarah Kehidupan Para Sahabat Nabi

  • ceritanya , memang bagus tapi saya ingin mendengar cerita kelanjutannya ,,,,

  • hasan

    Salam,
    Apakah benar bahwa semua sahabat baik, dan patut diteladani ?! Bagaimana dengan Thalhah dan Zubair yang terlibat konspirasi pembunuhan thd Usman bin Afan? Bagaimana dengan Thalhah, Zubair, dan Aisyah yg memberontak kepada Khalifah Imam Ali bin Abi Thalib as dalam perang Jamal ?! Bagaimana dengan Usman dan menyiksa Abdullah ibn Mas’ud hingga sakit dan meninggal, serta menyiksa Abu Dzar al Ghifary dan mengasingkannya di lembah pada pasir hingga wafat karena kehausan ?!
    Surat At Taubah atau Al Bara’ah adalah surat yang turun khusus berisi kecaman dan peringatan keras ALLAH SWT kepada para sahabat, yang senantiasa tidak pernah taat kepada Nabi saww dan bahkan beberapa sahabat terlibat rencana makar dan pembunuhan kepada Nabi saww.
    Abu Bakar dan Umar adalah 2 person yg terlibat dalam peristiwa kudeta di Saqifah bani saadah, menjelang Nabi saww wafat di tahun 11 H. Umar adalah perencana utama dalam rencana membakar rumah Fatimah (a.s) karena memaksa Ali (a.s) supaya memberi membai’ah kepada Abu Bakar. Sunnahnya itu adalah membelakangi firman Tuhan (Surah al-Ahzab (33):33:”Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlul Bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” Fatimah (a.s)adalah di kalangan Ashab al-Kisa’ yang disucikan oleh Allah (swt). Umar berkata:”Aku akan membakar kalian sehingga kalian keluar untuk memberi bai’ah kepada Abu Bakar.”[Al-Tabari, Tarikh, III, hlm. 198; Abu-l-Fida, Tarikh, I, hlm. 156]

    Umar dan kelompoknya telah memaksa Ali a.s memberi baiah kepada Abu Bakr di dalam keadaan lehernya terikat (Ibn Qutaibah,al-Imamah wa al-Siyasah , I ,hlm.18-20, al-Muttaqi al-Hindi, Kanz al-‘Ummal,iii,hlm.139;Abul-Fida,Tarikh,I,hlm.159;al- Tabari, Tarikh ,III , hlm.159]. Perlakuan sedemikian adalah menyalahi Sunnah Nabi (Saw.) yang bersifat lembut terhadap Ali a.s dan melantiknya sebagai khalifah selepasnya: Siapa yang telah menjadikan aku maulanya,maka Ali adalah maulanya” dan ia adalah sejajar dengan tuntutan Ali a.s terhadap jawatan khalifah.(al-Qunduzi al-Hanafi, Yanabi’ al-Mawaddah,hlm.144,al-Muttaqi al-Hindi, Kanz al-‘Ummal ,vi,hlm.2180)

    Referensi tersebut justru ada di buku-buku ulama besar ahlusunnah. Karenanya Untuk penulis, pelajari terlebih dahulu buku-buku klasik ulama anda sebelum menulis. Karena jika yang anda sampaikan tdk sesuai dg fakta sejarah, maka sama saja dengan menyebarkan kesesatan.
    Terima kasih.

  • abu_maryam

    allah telah memberikan stempel para sabahat sebagai generasi yang diridhoi. bahkan ada diantara personal mereka yang telah diberi jaminan masuk surga seperti 10 orang sahabat yang dijamin masuk surga yang didalamnya ada abu bakar, umar, utsman dan ali-rodhiyallahu anhu wa ardhohum-.
    sebagai orng awwam, saya lebih percaya, Allah tidak akan salah memberikan jaminan itu kepada orang yang tidak berhak. sehingga statment Allah itu sebagai jaminan bahwa mereka adalah orang -orang yang mulia dan wajib diikuti.
    adapun kesalahan mereka, maka haram bagi kita untuk mencelanya. karena nabi telah melarang kita dari perbuatan mencela para sahabat. sungguh segunung emas yang kita infakkan di jalan Allah, tidak akan mampu menyamai debu-debu jihad yang menempel dikaki-kaki para sahabat.
    saya beriman kepada ALLAH dan AL QUR’AN yang telah memberikan rekomendasi kepada para sahabat. saya lebih percaya kepada para sahabat dari pada perkataan orang-orang yang suka mencela mereka. toh orang-orang itu tidak punya kontribusi apa-apa terhadap islam kecuali noda dan kotoran.

Komentar

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>