Ajakan Untuk Mengenal Anak-anak

smartSumber: Republika Minggu, 18 Januari 2009
Judul: Smart Parenting, 2.000 Kiat Cerdas Mendidik Anak
Diterjemahkan dari: al-Tarbiyah adz-Dzakiyah li al-Athfal.
Penulis: Dr Tasbih Nada
Penerbit : Azkia Publisher
Terbit: Desember 2008

”Sesungguhnya anak-anak adalah anugerah Tuhan. Mereka adalah makhluk-makhluk yang mengagumkan. Anda bisa melarang mereka masuk ke tempat apa pun yang Anda kehendaki, tapi tidak hati Anda.” (Ann Peck)
Mendidik anak bukan berarti mengabulkan setiap keinginannya. Tetapi, bagaimana cara yang tepat mengenalkan kepada anak segala sifat terbaik dan mengajarkan keberanian untuk menghadapi kesulitan.

Buku karya Tasbih Nada (Mesir) ini merumuskan pola pendidikan ke dalam dimensi baru lengkap dengan studi ilmu psikologi dan manajemen. Menurut dia, sistem ini terbukti efektif menciptakan perubahan perilaku anak-anak. Buku ini menampilkan 2.000 cara praktis mendidik anak menjadi cerdas. Kiat-kiat ini merujuk hasil pemikiran para ahli pendidikan, serta pengalaman para orangtua yang sukses mendidik anak-anaknya.

Larry J Koenig adalah salah satu peneliti yang menyusun sistem pendidikan yang sesuai dengan kaidah smart parenting. Sistem ini dilakukan dengan eksperimen-eksperimen dan dilakukan berulang-ulang. Menurut dia, secara umum sistem pendidikan baru tersebut hasilnya mengagumkan terutama bagi anak usia dini. Karena sistem ini berfokus pada perhatian terhadap anak, dan menyadarkan anak bahwa mereka adalah pusat perhatian. Tapi, anak usia 10 tahun atau lebih, merespons peraturan sistem ini dengan cara negatif. Penyebabnya apa, tidak dijelaskan secara gambling. Hanya dipaparkan bagaimana menghentikan respon negatif tersebut.

Cara menghentikannya dengan memberikan kesempatan kepada anak-anak mengungkapkan pendapat mereka. Selain itu, mengajaknya menyusun peraturan secara keseluruhan, sehingga anak mudah menerima melaksanakan program smart parenting tanpa paksaan.

Di antara petunjuk yang diajukan Larry J Koenig membuat sistem smart parenting yang efektif, kredibel, dan teliti yaitu:
- Melarang memberikan peringatan atau kesempatan dua kali agar suatu aturan tidak terlihat terlalu penting, dan serius.
- Memberlakukan tanda X pada seluruh anak yang turut serta dalam sistem ini jika melanggar aturan. Tanda ini agar anak-anak tidak meneruskan perilaku buruk tersebut.
- Memberikan penghargaan yang wajar terhadap anak yang menaati peraturan.
- Berhenti mencela, dan memberikan ‘ceramah’ terhadap anak yang memperoleh tanda X. Tujuannya agar anak-anak sendiri yang mencela dirinya atas kerugian yang mereka derita.
- Memberikan perhatian lebih terhadap peraturan tertulis. Namun, peraturan tak tertulis yang sudah berlaku umum harus juga dipegang teguh.
- Menanamkan keyakinan-keyakinan positif.

Program smart parenting terdiri dari dua bagian. Pertama, berkaitan dengan peraturan-peraturan yang ditentukan untuk dijalankan anak dengan konsekuensi-konsekuensi yang harus ditanggung saat terjadi pelanggaran. Kedua, berkaitan penanaman keyakinan-keyakinan positif ke dalam diri anak. Anak-anak yang memiliki pikiran, dan keyakinan positif tentang dirinya, mereka bertindak lebih baik dibandingkan yang berpikiran negatif tentang diri mereka sendiri.

Orangtua sangat andil dalam pembentukan keyakinan anak mengenai diri anak itu sendiri. Agar pembentukan itu efektif, tiga langkah yang harus dilakukan, pertama, memberi informasi positif kepada anak-anak melalui percakapan secara langsung. Percakapan idealnya dilakukan satu jam sebelum anak tidur. Karena kalimat-kalimat pada waktu itu akan masuk ke dalam pikiran anak, dan menggema berulang-ulang sebelum anak terlelap tidur.

Kedua, berbicara kepada orang lain mengenai sisi positif anak dan berupaya agar pembicaraan tersebut sampai kepada anak secara tidak langsung. Ketiga, menulis informasi-informasi positif yang diharapkan orangtua bisa menjadi sifat anak. Tulisan di atas kertas itu ditempel di setiap penjuru yang selalu dilewati anak agar bisa terbaca.

Bagaimana dengan anak-anak yang berbakat? Anak yang memiliki bakat luar biasa ibaratnya memiliki ‘wilayah istimewa’. Dari keistimewaan itu anak-anak bisa menjadi pribadi yang sukses dalam kehidupannya kelak. Sayangnya sedikit sekali orang-orang yang mengetahui dengan pasti apa ‘wilayah istimewa’ yang dimilikinya. Lebih sedikit lagi orangtua mau ‘berinvestasi’ untuk bakat anak tersebut. Anak-anak malah diproyeksikan sesuai keinginan orang tua. Akibatnya anak terjun ke bidang yang tidak sesuai dengan dirinya sendiri.

Di buku setebal 395 halaman ini orang tua diajak mengenal anak-anak, bakat istimewa mereka, dan mengarahkan ke jalan yang benar. Inilah capaian terpenting dari sistem smart parenting.  vie

1 comment to Ajakan Untuk Mengenal Anak-anak

Komentar

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>