Buku Pintar “Kisah dan Khasiat Teh”

Sumber: Kompas, 10 Mei 2011
Judul: Kisah dan Khasiat Teh
Penulis: Ratna Somantri
Penerbit: Gramedia
Peresensi: Maria D. Andriana

“Konsumsilah teh secara teratur, maka Anda akan memperoleh banyak manfaat darinya.” Sebaris kalimat itu ditulis oleh Ratna Somantri di dalam buku berjudul “Kisah dan Khasiat Teh” buku kecil tetapi berbicara banyak tentang teh.

Baca selengkapnya …

Kecil-kecil Jadi Pengusaha: Gokil Story

Sumber: Kompas, 2 Mei 2011
Judul: Kecil-Kecil Jadi Pengusaha
Penulis: Nilam Zubir
Penerbit: Pustaka Bestari

Tak pelak lagi gadis remaja berusia 15 tahun bernama Nilam Zubir ini memiliki bakat amat besar untuk menjadi seorang penulis besar kelak. Perhatikan cara menulis pelajar kelas tiga SMP yang pernah menjadi presenter cilik ini. Dia mampu menularkan pengalaman konyol dari keseharian hidupnya yang sebenarnya serius, kepada pembaca. Ia sungguh berbakat menggerakkan orang lain berbuat, atau setidaknya terbuai oleh ceritanya.

Baca selengkapnya …

Menyelami Akar Sejarah Teror

Sumber: Koran Kompas, 09 Mei 2011
Judul : Sejarah Teror – Jalan Panjang Menuju 11/9
Penulis : Lawrence Wright
Penerbit : Kanisius
Tahun : 1, 2011
Tebal : 641 halaman

Dalam catatan sejarah, gerakan teror sebenarnya sudah berkembang berabad yang lalu. Aksi semacam ini dapat dirasakan dengan cara pembunuhan dan perusakan untuk mencapai tujuan tertentu. Maka, dalam sejarah umat manusia teror sudah muncul dengan berbagai bentuknya. Kemudian, berkembang mengikuti budaya dan pola strategi sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Gerakan teror muncul pada akhir abad 19 dan menjelang terjadinya Perang Dunia I, terjadi hampir di seluruh belahan dunia.

Baca selengkapnya …

Suara Hati Seorang Perempuan

Sumber: Koran Jakarta, 06 Mei 2011
Judul : Perempuan Suarakan Hatimu! Motivasi Diri bagi Perempuan
Penulis : Rose Heart
Penerbit : Rose Heart Publishing
Tahun : I, Maret 2011
Tebal : 506 halaman

Mengungkapkan isi hati bagi seorang perempuan pada masyarakat dalam budaya Timur adalah tabu. Padahal, banyak galau dalam pikiran perempuan yang ingin dia teriakkan. Khawatir dicap tidak “baik” menurut adat dan tata krama yang dijunjung tinggi, perempuan menyimpan rapat-rapat kegalauan itu. Tanpa disadarinya, hal itu menjadi penyakit yang melukai hati.

Melalui buku Perempuan Suarakan Hatimu! ini, Rose Heart atau Risa Amrikasari ingin mengajak kaum perempuan untuk tidak perlu khawatir bila ada ajakan bagi kaumnya untuk berpikiran terbuka dan berani ambil sikap demi kebahagiaan dirinya sendiri sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Ajakan yang disuarakan melalui 50 artikel yang pernah dia tulis dalam blog pribadinya, www.perempuanindonesia. org itu, bukan bermaksud untuk mengajak kaum Hawa melawan arus atau melawan kodrat sebagai perempuan, namun ajakan itu dirasa perlu untuk mengajak perempuan agar lebih mencintai dirinya sendiri sehingga pada akhirnya bisa lebih mencintai orang lain.

Tulisan yang dibuat dengan gaya penuturan kepada sahabat ini mengungkap kebiasaan-kebiasaan masyarakat, dalam keseharian. Kebiasaan itu ditelan begitu saja, kendati menyakitkan dan membuat perempuan terpojok tak berdaya. Melalui pengembaraan batin dalam siklus kehidupan yang dia alami, Risa yang kini adalah orang tua tunggal, mencoba mengupas satu per satu permasalahan yang akrab dalam pergaulan antara perempuan dengan lingkungan masyarakat, juga perempuan dengan pasangan hidupnya.

Pengembaraan Risa diperkaya dengan pengalamannya menikmati hidup dalam masyarakat Barat yang lebih terbuka. Sehingga dia bisa memberikan sudut pandang lain, layaknya sebuah tips tatkala perempuan menghadapi situasi yang membuatnya kurang nyaman, bahkan mengarah kepada kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang tak pernah disadarinya. Dalam bab satu, Risa membuka buku ini dengan cerita tentang pertanyaan lazim bagi perempuan yang sudah cukup umur namun belum juga menikah: Kapan Nih Undangannya? Sekali, dua kali, tiga kali, mungkin tak jadi soal.

Tapi bagaimana jika pertanyaan seperti itu terlalu sering dilontarkan? Pertanyaan tersebut jelas mengganggu Risa yang pasti juga akan mengganggu kaum lajang yang sudah cukup umur untuk kawin bila mendapatkannya. Melalui buku ini, Risa mengajak siapa pun yang sering melontarkan pertanyaan itu kepada teman atau keluarga atau orang-orang yang dikenalnya dengan pertanyaan itu untuk menelaah kembali, apakah pertanyaan semacam itu penting? Risa mengajak pembaca menempatkan diri dalam posisi orang yang mendapatkan pertanyaan tersebut, dan mempersilakan menjawab sendiri pertanyaan itu.

Bisa jadi tak akan ada jawaban ditemukan, hanya beban yang dirasakan. Tulisan lepas yang kemudian digabung menjadi satu alur dalam siklus kehidupan kaum perempuan ini juga masuk ke ranah pribadi yang lebih intim. Tentang pasangan suami istri yang sudah tidak mesra lagi. Mengapa justru dalam hubungan yang halal, kemesraan tidak lagi dipertontonkan? Sehingga ada anekdot, pasangan tua yang terlihat mesra di tempat umum dipastikan adalah pasangan selingkuh. Memprihatinkan.

Peresensi adalah Titi Kusrini, pemerhati masalah perempuan.

Jurus Jitu Meraih Kesuksesan

Sumber: Koran Jakarta, 11 Mei 2011
Judul : Borrowing Brilliance; Rahasia Sukses dengan Meminjam Gagasan Orang Lain
Penulis : David Kord Murray
Penerbit : Kaifa, Bandung
Tahun : I, 2011
Tebal : 408 halaman

Indikasi kesuksesan dalam sebuah bisnis adalah ketika pelaku atau pemilik bisnis tersebut selalu menuai keuntungan secara material dalam jumlah yang banyak. Banyak dan beragam pula jalan yang ditempuh oleh para pelaku bisnis untuk meraih kesuksesan tersebut.

 

Baca selengkapnya …